Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4) sore, nilai tukar rupiah tercatat di posisi tersebut, melemah 50 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah pada level Rp17.189 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia secara umum berada dalam tren pelemahan. Yen Jepang turun 0,01 persen, baht Thailand terkoreksi 0,17 persen, yuan China melemah 0,03 persen, peso Filipina turun 0,10 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,05 persen.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah kembali mengalami tekanan hingga mencatatkan posisi terlemah sepanjang sejarah. Ia menilai faktor domestik masih menjadi pendorong utama pelemahan tersebut.
“Rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor terlemah sejarah. Sentimen negatif domestik masih menjadi pemicu utama perlemahan rupiah”.
Lukman Leong.
Menurutnya, meskipun indeks dolar AS menunjukkan penguatan terbatas, posisinya masih berada di kisaran rendah dalam enam pekan terakhir.
