Direksia.com — Film horor Indonesia Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mencatatkan pencapaian positif sejak tayang di bioskop pada 8 Oktober 2026. Dalam waktu kurang dari satu pekan, film garapan Rizal Mantovani tersebut berhasil menarik lebih dari 400 ribu penonton dan menjadi salah satu tontonan yang paling diminati di bioskop Tanah Air.
Pencapaian ini menunjukkan besarnya perhatian penonton terhadap sekuel film horor yang menggabungkan unsur eksorsisme, misteri supranatural, dan kepercayaan lokal. Perolehan penonton yang tinggi sejak awal penayangan juga memperkuat posisi film tersebut di tengah persaingan film-film baru yang hadir pada Oktober ini.
Raih Respons Positif Sejak Hari Pertama
Antusiasme terhadap Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sudah terlihat pada hari pembukaan. Film ini tercatat sebagai film Indonesia kesepuluh yang berhasil meraih 100 ribu penonton pada hari pertama penayangannya.
Data box office periode 5–11 Oktober 2026 yang dikutip IDN Times dari Cinepoint mencatat jumlah penonton film ini mencapai 429.987 orang. Angka tersebut dihimpun dari penayangannya di 10.046 layar bioskop sejak film dirilis pada 8 Oktober.
Hasil tersebut menempatkan film ini di posisi teratas dalam persaingan box office pada periode tersebut. Meski demikian, jumlah penonton masih dapat berubah seiring berlanjutnya masa penayangan dan perkembangan minat masyarakat.
Perpaduan Eksorsisme dan Kepercayaan Lokal
Film ini melanjutkan kisah Romo Thomas yang diperankan Jerome Kurnia dan Romo Rendra yang dimainkan Lukman Sardi. Keduanya kembali menghadapi kasus eksorsisme dengan persoalan yang berkaitan dengan perjanjian darah dan praktik pesugihan.
Dalam cerita sekuel ini, konflik berkembang ketika Daniel, karakter yang diperankan Venly Arauna, mengalami gangguan supranatural. Peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan masa lalu sebuah keluarga dan menghadirkan ancaman yang lebih rumit bagi kedua imam Katolik itu.
Produser sekaligus penulis skenario Robert Ronny menilai cerita film tersebut dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai latar belakang. Meskipun menggunakan eksorsisme dalam tradisi Katolik sebagai bagian penting cerita, film ini berupaya menghadirkan tema yang dapat dipahami secara lebih luas.
Sementara itu, Lukman Sardi menjelaskan bahwa unsur perjanjian darah memiliki keterkaitan dengan kepercayaan mengenai pesugihan yang dikenal dalam masyarakat Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi salah satu unsur yang membedakan cerita sekuel ini dari film sebelumnya.
Diperkuat Aktor Lintas Generasi
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah diproduksi oleh Robert Ronny dan Prima Taufik, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif. Skenarionya ditulis oleh Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.
Selain Jerome Kurnia, Lukman Sardi, dan Venly Arauna, film ini juga menghadirkan Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, serta Faiz Vishal.
Kehadiran para pemain tersebut melengkapi cerita yang menggabungkan ketegangan supranatural dengan persoalan keluarga dan kepercayaan. Film ini memiliki durasi 117 menit dan memperoleh klasifikasi usia R13.
Peluang Menambah Jumlah Penonton
Perolehan lebih dari 400 ribu penonton dalam waktu singkat menjadi awal yang kuat bagi perjalanan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah di bioskop. Namun, capaian berikutnya akan bergantung pada respons penonton selama masa penayangan, ketersediaan layar, serta persaingan dengan film-film lain.
Dengan mengangkat tema horor yang memadukan eksorsisme dan unsur kepercayaan lokal, film ini menambah pilihan tontonan bagi penggemar horor Indonesia. Perkembangan jumlah penontonnya dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi penentu sejauh mana film tersebut mampu mempertahankan daya tariknya.
Sumber berita: IDN Times, Media Indonesia, Antara
