Direksia.com — Pemerintah Rusia memantau orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan seorang teknisi laboratorium yang meninggal setelah bekerja di Institut Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh, Irkutsk, Siberia.
Perempuan yang disebut berusia akhir 20-an itu dilaporkan baru saja mengunjungi wilayah Buryatia, dekat perbatasan Rusia-Mongolia. Gubernur Irkutsk menyatakan penyebab kematiannya adalah pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Pemeriksaan terhadap sampel biologisnya tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Media Rusia melaporkan hampir 200 orang yang pernah melakukan kontak dengannya menjalani pemantauan medis. Otoritas perlindungan konsumen dan kesehatan Rusia juga telah memeriksa institut tersebut dan menyatakan tidak menemukan situasi darurat maupun laporan staf lain yang membutuhkan perawatan.
Amerika Serikat turut memantau perkembangan kasus tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kasus itu perlu diawasi, tetapi belum menjadi alasan untuk panik.
Kekhawatiran muncul karena wabah pes pneumonik yang disebabkan bakteri Yersinia pestis dapat menular antarmanusia dan berakibat fatal jika tidak segera diobati. Namun, penyakit tersebut masih dapat ditangani dengan antibiotik.
Juru bicara Kremlin meminta masyarakat mengacu pada keterangan resmi dan tidak mempercayai rumor mengenai kasus tersebut.
