Direksia.com — Kementerian Kehutanan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Sebanyak empat lokasi menjadi prioritas pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan konservasi yang menjadi habitat orangutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa penentuan lokasi prioritas dilakukan berdasarkan pemetaan menggunakan drone thermal. Teknologi tersebut membantu petugas mengidentifikasi sebaran panas dan menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Empat Lokasi Prioritas Pemadaman
Empat medan utama yang menjadi perhatian mencakup Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta kawasan Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Lokasi-lokasi tersebut menjadi fokus pengerahan personel dan penguatan sarana pemadaman.
Pesalat mendapat perhatian khusus karena berdekatan dengan area pemberian pakan atau feeding area orangutan. Pemerintah berupaya mencegah api memasuki zona inti agar tidak mengancam satwa liar dan habitatnya.
Untuk mendukung pemadaman, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 sumur bor di kawasan prioritas. Sekitar 160 personel darat juga disiapkan untuk membantu operasi pemadaman di lokasi tersebut.
Selain itu, pemerintah mengkaji penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kondisi lahan dan kedalaman gambut agar upaya pengendalian api dapat dilakukan secara efektif.
Personel Disiagakan di Lapangan
Penguatan operasi juga dilakukan di Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung, dan Tanjung Rengas. Sebagian personel direncanakan bertahan di lapangan selama sekitar satu pekan agar pemadaman berlangsung berkelanjutan tanpa harus berulang kali kembali ke pos.
Dalam rapat koordinasi di Pangkalan Bun pada Rabu, 14 Oktober 2026, pemerintah melibatkan unsur pusat dan daerah, termasuk TNI, Polri, pemerintah kabupaten, BMKG, BNPB, dan BPBD. Koordinasi ini ditujukan untuk menyelaraskan strategi berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Karakteristik lahan gambut dan sulitnya akses menuju titik api menjadi tantangan utama. Karena itu, penanganan membutuhkan kombinasi personel darat, sumber air yang memadai, serta pemantauan kondisi kebakaran secara berkala.
Pemerintah menegaskan upaya pemadaman akan terus dilakukan untuk melindungi kawasan konservasi Tanjung Puting. Keberhasilan operasi sangat penting untuk mencegah kerusakan habitat orangutan dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan.
Sumber berita: Kementerian Kehutanan, Media Indonesia
